Partai Politik telah menjadi mesin perbudakan yang telah membegal suara rakyat, dimana rakyat sebagai pemegang kedaulatan, mereka memilih wakil rakyat. Setelah wakil rakyat ini terpilih, rakyat tidak bisa berdaulat lagi, dan mereka mengatakan bahwa suara rakyat sudah diwakilkan kepada anggota DPR. Penafsiran ini kemudian sudah menjadi kebenaran yang biasa, dianggap hal yang biasa, karena itu dimana-mana seperti itu, itulah yang disebut dengan kebenaran yang biasa, padahal itu bukanlah sebuah kebenaran, karena itu sudah biasa, maka dianggap itulah sebuah kebenaran.
Kedaulatan rakyat tidak pernah berpindah kepada seorang wakil anggota DPR. Rakyat tetap berdaulat penuh atas dirinya, dalam rangka mengawasi penyelenggaraan negara.
Dengan undang-undang kepartaiaan, undang-undang politik, bahwa seorang anggota DPR itu hanya bisa diberhentikan oleh Ketua Umum partai, sehingga Ketua Umum partai ini sudah menjadi atasan dari anggota DPR, yang semestinya rakyatlah yang menjadi atasan dari anggota DPR.
Jadi, disinilah kemudian saya mengatakan bahwa dengan sistem politik, sistem kepartaian seperti ini, rakyat telah mengalami perbudakan. Memang perbudakannya tidak secara langsung, tetapi kalau kita menarik urutan-urutannya, jika anggota DPR itu sudah menjadi bawahan dari Ketua Umum, artinya dia sudah menjadi bagian dari perbudakan politik, dan rakyat yang memilih anggota DPR juga menjadi bagian dan korban dari perbudakan politik itu.
Kita harus melakukan gerakan perubahan, mengembalikan agar rakyat berdaulat. Sehingga mengapa Partai Gerakan Perubahan itu membawa isu kedaulatan rakyat, karena kita ingin menggugat. Partai ini melakukan pembebasan terhadap perbudakan politik. Perbudakan ini kemudian menjadi hal biasa dengan praktik-praktik money politics, dan pada saat itu hak-hak rakyat dalam perspektif yang salah, sudah tidak berdaulat lagi, ini yang harus kita perbaiki.
Partai Gerakan Perubahan mengambil posisi menjadi pelopor untuk memperbaiki negeri ini dalam perspektif politik, sehingga kalau ada yang mengatakan ohh.. Partai Gerakan Perubahan kalau tidak menyiapkan uang, rakyat tidak akan mencintai partai gerakan perubahan ini? Partai Gerakan Perubahan jika tidak menyiapkan sembako dan uang, rakyat tidak memilih partai gerakan perubahan. Kami hanya ingin menyatakan, Partai Gerakan Perubahan hanya ingin dipilih oleh mereka-mereka yang mencintai dirinya. Jika ada rakyat yang masih mencintai dirinya sebagai orang yang berdaulat, marilah bergabung dengan Partai Gerakan Perubahan. Tapi, jika ada rakyat yang masih mau menjadi budak money politics, memang bukan disini tempatnya.
Partai Gerakan Perubahan menjadi pelopor sekali lagi untuk melakukan sebuah upaya politik dalam rangka pembebasan rakyat dari perbudakan politik di negeri ini.
Oleh. Agung Mozin, 19 Desember 2025
#bAnG_aMoZ #partaigerakanperubahan
