TANAH LAUT – KOTABARU – BANJAR – BARITO KUALA – TAPIN – HULU SUNGAI SELATAN – HULU SUNGAI TENGAH
HULU SUNGAI UTARA – TABALONG – TANAH BUMBU – BALANGAN – KOTA BANJARMASIN – KOTA BANJARBARU

ADMINISTRATUR POLITIK WILAYAH – KALIMANTAN SELATAN ( 2025 – 2030)

YULIANTO – M. FARIH A. – MARINI EVA DEWI

MUHAMMAD SAYUTI KARTIH – KHAIRUL SALEH – ERLINAWATI – NURYADI HADI – RIJALI NOOR – FAUZIAH ERAWATI – YULIANTI – SITI AISYAH
RONNY EDUARD ROTTIE – AHDIAT JUMAIDI – MARINI EVA DEWI – NOOR IDA – HENDRA KESUMA JAYA – YUSNIA – RUDY ADHADI – AHMAD SYAHRANI
AMELIA JURNIATY – ACHMAD NAFIAH – IRA LEVIN – NUR SAFIULLAH – NOOR ANISYAH – DIAH SUNDARI – ISNAWATI – MUHAMMAD FAUZI – SAEPUDIN

Di tanah tinggi Kalimantan Selatan bukan tanah titipan kekuasaan, tapi tanah milik rakyat. Dari bantaran sungai Barito sampai pegunungan Meratus, dari pasar rakyat sampai ladang-ladang kehidupan, suara Banua adalah suara yang tak boleh dibungkam. Selama ini rakyat sering cuma dijadikan angka saat pemilu, tapi dilupakan setelah kekuasaan diraih. Sumber daya dikeruk, lingkungan dikorbankan, dan rakyat dipaksa menonton dari pinggir lapangan. Ini bukan takdir Banua. Ini pengkhianatan. Partai Gerakan Perubahan hadir untuk mengembalikan yang semestinya: kedaulatan ada di tangan rakyat. Bukan di tangan oligarki, bukan di ruang gelap elite, dan bukan di balik meja kekuasaan. Rakyat Kalimantan Selatan berhak menentukan arah hidupnya sendiri, adil, berdaulat, dan bermartabat. Perjuangan ini bukan sekadar ganti wajah penguasa, tapi mengubah cara kekuasaan bekerja. Dari kekuasaan yang menghisap, menjadi kekuasaan yang melayani. Dari janji kosong, menjadi kebijakan nyata. Dari rakyat sebagai objek, menjadi rakyat sebagai pemilik negeri.Banua butuh keberanian. Banua butuh perubahan.Dan perubahan hanya mungkin jika rakyat berdiri di barisan terdepan. Bersama Partai Gerakan Perubahan, Kalimantan Selatan melangkah untuk masa depan di mana suara rakyat bukan sekadar didengar, tapi menentukan. Karena sejatinya, kedaulatan tertinggi bukan milik penguasa, tapi milik rakyat.