ENSIKLOPEDIA – PROFIL

AGUNG MOZIN

Agung Mozin lebih dikenal dengan nama  Bang Amoz (bAnG_aMoz) adalah seorang tokoh senior dan organisator gerakan yang telah lama berkiprah didunia perpolitikan Indonesia. Dalam perjalanannya, ia pernah menjadi bagian kepengurusan pusat dibeberapa partai politik di Indonesia, pernah menjadi bagian dari  Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2000 – 2005, Wakil Sekretaris Jenderal DPP periode 2005 – 2010, dan Ketua DPP periode 2010 – 2018. Kemudian bersama Amien Rais, pernah menjadi bagian dari pendiri dan pengurus  Partai Ummat sebagai Wakil Ketua Umum pada tahun 2021. Selain sebagai politikus senior, diakhir tahun 2025, ia bersama rekan-rekannya mendirikan dan membentuk sebuah generasi partai politik baru di Indonesia, sebagai antitesis partai-partai politik lainnya, yang lahir sebagai koreksi sejarah, dan pelopor pembebasan rakyat dari perbudakan politik dan ketidakadilan politik, juga mengembalikan politik ke nurani dan akal sehat rakyat di Indonesia. Partai itu bernama  Partai Gerakan Perubahan, dan ia menjadi Ketua Umum untuk periode 2025 – 2030, bersama  Hizriyanda Putra sebagai Sekretaris Jenderal, dan  Subowo Maedjo sebagai Bendahara Umum, sejak penandatangan Akta Notaris Pendirian Partai Gerakan Perubahan tanggal 28 Oktober 2025 di Jakarta.

Lahir di  Kota Malang, Jawa Timur tanggal  28 Mei 1960, dan pernah menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 9 Gorontalo, SMP Negeri 2 Gorontalo, SMA Negeri 1 Gorontalo, kemudian pernah menempuh pendidikan dan meraih gelar S1 (S.H.) Fakultas Hukum di  Universitas 17 Agustus, Jakarta (1979 – 1985), dan melanjutkan jenjang pendidikan S2 (M.Si) di Fakultas Ilmu Politik,  Universitas Indonesia (2005 – 2007).

Agung Mozin memandang bahwa Partai Gerakan Perubahan adalah partai politik yang lahir dari semangat koreksi sejarah terhadap praktik feodalisme, oligarki, dan perbudakan politik yang mengakar dalam sistem demokrasi Indonesia. Ia dipandang sebagai figur sentral yang merepresentasikan arah ideologis dan moral perjuangan partai, dengan penekanan kuat pada kedaulatan rakyat, keadilan sosial, dan integritas politik.

Sebagai Ketua Umum, Agung Mozin menempatkan politik bukan sekadar sebagai perebutan kekuasaan, melainkan sebagai alat perjuangan untuk membebaskan rakyat dari ketidakadilan struktural. Di bawah kepemimpinannya, Partai Gerakan Perubahan mengusung politik nilai—politik yang berangkat dari etika, keberpihakan kepada rakyat kecil, serta penolakan terhadap dominasi oligarki ekonomi dan kekuasaan yang merusak sendi demokrasi.

Agung Mozin dikenal konsisten menyuarakan kritik terhadap praktik demokrasi prosedural yang kehilangan substansi. Baginya, demokrasi sejati adalah demokrasi yang menghadirkan keadilan, membuka ruang partisipasi bermakna, dan memastikan negara berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan tunduk pada kepentingan segelintir elite. Pandangan ini menjadikan Partai Gerakan Perubahan sebagai gerakan politik alternatif yang menantang status quo dan menawarkan jalan pembaruan.

Di tengah dinamika politik nasional yang sarat kompromi, Agung Mozin tampil sebagai simbol politik keberanian: berani melawan arus, berani bersikap, dan berani menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kekuasaan. Kepemimpinannya mencerminkan keyakinan bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian untuk melawan ketidakadilan dan membangun sistem politik yang bermartabat.

Bagi Agung Mozin, perubahan bukan tentang siapa yang berkuasa, melainkan untuk siapa kekuasaan dijalankan. Prinsip inilah yang menjadi fondasi perjuangannya dan arah perjuangan Partai Gerakan Perubahan dalam membangun Indonesia yang adil, berdaulat, dan berkeadaban.

KUTIPAN

  1. Menonaktifkan anggota DPR secara hukum tidak memiliki dasar dan berpotensi menjadi akal-akalan para elite partai politik. Sumber:  Suara.com
  2. Kedaulatan ada di tangan rakyat. Rakyat berkuasa penuh untuk melakukan evaluasi dan memberhentikan pejabat publik termasuk orang-orang atau pengurus partai politik. Sumber:  Detik.com
  3. Partai Gerakan Perubahan adalah koreksi total terhadap tata kelola partai politik yang ada selama ini. Saat ini partai politik banyak dimiliki oleh segelintir orang, bahkan oleh keluarga. Sumber:  Indeksnews.com
  4. Partai Gerakan Perubahan tidak dibangun atas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kami ingin menghadirkan peradaban politik yang lebih modern dan berjangka panjang, bahkan hingga 100 tahun ke depan. Sumber:  Simpulindo.com
  5. Transformasi Polisi dan Partai Politik harus didesak. Sumber:   Tiktok Post/agungmozin
  6. Kesaksian Seorang Purniawirawan dari Morowali (IIMP), Hoax, atau Fakta?. Sumber:  Tiktok Post/agungmozin
  7. Feodalisme itu musuh demokrasi. Sumber:  Tiktok Post/agungmozin
  8. Titipan Jokowi menjadi beban berat Pemerintahan Prabowo. Sumber:  Tiktok Post/agungmozin
  9. Bicara tentang Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang marah karena ada praktik negara dalam negara. Sumber:  Tiktok Post/agungmozin
  10. Para Ketua Umum Partai mempermainkan rasa keadilan publik, istilah non aktif kepada anggota DPR bermasalah tidaklah diberhentikan. Sumber: Tiktok Post/agungmozin
  11. Para Ketua Umum Partai kalian harus bertanggungjawab atas kerusakan negeri ini, rakyat harus segera bertindak. Sumber: Tiktok Post/agungmozin
  12. Amerika mulai melakukan perang tarif untuk Indonesia dikena bea masuk 36 persen, kita harus lakukan hal yang sama kepada Amerika. Sumber: Tiktok Post/agungmozin
  13. Kebuntuan pemakzulan Gibran karena tidak sesuai selera primitif Ketua Umum Partai. Sumber: Tiktok Post/agungmozin
  14. Ajak TNI sebagai tentara rakyat, bersama Mahasiswa dan Rakyat untuk membongkar UU kepartaian dan Politik di Senayan. Sumber: Tiktok Post/agungmozin
  15. Said Didu menjadi martil menghentikan kepentingan Aguan dan konco-konconya. Ayo kita jadikan momentum perlawanan atas ketidakadilan sembilan naga dan konconya. Sumber: Tiktok Post/agungmozin